“Banyak barang baru
!” Ujar seseorang kepada temannya didepan sebuah warung remang-remang didaerah sekitar Sanur. Inilah fenomena bisnis pelendiran paska musim mudik yang selalu terjadi. Hal ini dapat dilihat dari membludaknya arus balik diterminal dan pelabuhan Bali.
Menurut narasumber yang telah mengetahui banyak seluk beluk bisnis pelendiran ini, pasokan PSK Sanur didatangkan dari berbagai daerah di Jawa, terbanyak dari Surabaya dan Banyuwangi. Hal ini dibenarkan oleh seorang pemegang sabuk “pakar pelendiran“, yang telah bertahun-tahun malang-melintang dalam bisnis dunia malam.
“Memang, sehabis lebaran saya banyak dapat barang baru meskipun stok lama dari lokalisasi Dollywood dan sekitarnya. Jelas, barang baru mempunyai nilai plus disamping akan menampilkan suasana dan pemandangan baru yang plus-plus di pondok saya.” Ujarnya seraya menyodorkan sebuah brosur kursus sambil sedikit memaksa saya untuk berpartisipasi pada kursus tersebut.
“Apa tidak terjadi perang harga dengan semakin banyaknya stok ?” Tanya saya.
“Tidak. Sudah ada kesepakatan bersama untuk menentukan HET (harga eceran tertinggi). Jadi tidak akan terjadi banting harga atau obral karena ada sangsinya bagi pelaku yang terbukti yakni dikeluarkan dari keanggotaannya pada UPSKY-GD (United Pekerja Seks Komersial Ya Gitu Deh). Kompetisi juga akan semakin menuntut ‘peliharaan‘ saya untuk tampil lebih fresh, professional, bersih, dan ‘kenceng‘. Yang tidak mampu bersaing akan melakukan migrasi kelokalisasi baru atau pensiun dari jabatannya.”
—
Sudah ? PUAS ! PUAS ! PUAS !
October 23, 2007
Horaayy..there are 2 comment(s) for me so far ;)
ampun bos saya sudah puas!?
masih banyak kerja-kerja yang lebih baik dari menjual maruah diri..penyakit ini bisa merosakkan bangsa dan melumpuhkan negara,,