Baru sampai dari chat dengan Lukick, numani, dan baladika. Langsung membangunkan istri muda
(laptopku maksudnya), sambil menikmati sebungkus nasi pedas Ibu Andika
. Suguhan arak dari om Lukick tidak juga mampu membuat aku segera menikmati tidur
. Ada 2 draft tertinggal pada panel yang belum sempat saya lanjutkan mengingat masing-masing draft memiliki pertimbangan untuk pending publish :
- Rendezvous. Dibuat sejak hari minggu lalu. Saya kuatir akan membuat suatu pihak tidak berkenan. Kebebasan berekspresi bukan berarti kita dapat semen-mena memuaskan hasrat pribadi dengan mengenyampingkan etika sosial dalam segala hal baik bisnis, pertemanan, golongan, politik, maupun kepentingan tertentu.
- Bila cinta harus memilih. Terlalu romantis, dan untuk menjaga imej karena saya terlanjur dikenal sebagai seorang pakar pelendiran
. Sebenarnya tulisan ini saya tujukan sebagai rasa simpati buat seorang adik saya yang sedang dalam situasi ‘buah simalakama’.
Puas, puas, puas ??? Sekarang draft bisa saya hapus tanpa beban. Have a nice dream !
October 10, 2007
Sorry, no comments yet.