Kalau diinggriskan : How I love you
. Itu lagu romantis ya ? Jadi ingat waktu pramuka-pramukaan jaman EsDe dulu. Si Bapak kalo orang udah nemu dijalan baru deh pada sewot. Siapa salah anak-anaknya disuruh berkeliaran bebas tapi gak dibuatin akte lahir (ada mertua gue gak
). Efisiensi biaya ya pak ? Inget dong waktu si Kunyit diambil si Jepang. Baru deh ribut-ribut. Sedia payung sebelum hujan (eh, prase ini juga harus segera dipatenkan pak. Saya belum pernah dengar ‘Prepare umbrella before raining
. CMIIW.) Si Malaysia tuh emang gak tau diri
. Terus mau diapain ribut-ribut, biar pakar multimedia turun tangan, sudah terlanjur dimateraikan.
“GAK BISA !”
“Itu warisan leluhur ! Properti negeri !”
Terus mau ribut-ribut sampai kapan. Mereka tenang-tenang aja tuh. Sebelum yang lain diambil lagi, klaim sebanyak-banyaknya semua properti negeri, termasuk pulau-pulau.
“Biayanya diambil dari mana
” Beh… tape singkong.
October 5, 2007
Sorry, no comments yet.