Sejak take over pengurusan domain *.id dari pemerintah ke PANDI, beragam kebijakan baru tentang tata cara dan mekanisme pendaftaran domain *.id berubah. Seperti dikenakannya biaya administrasi, pendaftaran ulang, teknologi registrasi, dan lain-lain. Seharusnya diharapkan dengan pengalihan kepengurusan dari pemerintah ke sebuah yayasan, kinerja akan lebih professional dan cepat. Namun yang saya temui malah sebaliknya. Berbeda pada waktu masih di Depkominfo. Saya meregistrasi sebuah domain *.co.id hanya memerlukan waktu kurang dari 24 jam untuk approved. Beberapa waktu lalu saya meregistrasi domain brokencode.web.id. Persyaratan dokumen dan biaya telah saya penuhi, namun hingga kini status masih pending. Pada control panel account, menu help desk pun percuma, karena tidak ada yang merespon.
Komersialkan saja jika memang harus membiayai tenaga-tenaga professional di PANDI, setidak-tidaknya orang-orang yang memang niat bekerja. Seperti *.cn yang dijual bebas dipasaran domain registrant tanpa syarat ‘ginigitu’, meski kita tahu China adalah negara yang paling mengekang kebebasan rakyatnya untuk berinternet. *.dj yang dilirik para DJ untuk membuat personal branding website, meski harganya diatas US$ 50 pertahun. *.us yang sering diobral sampai hanya US$ 2.99 pertahun
.
Target Pandi adalah mendapatkan lebih dari seribu pendaftar domain dot id baru, khususnya pengguna korporasi atau domain berakhiran co.id. Sebab, korporasi adalah pengguna potensial domain dot id. Jumlah penggunanya selama ini adalah yang terbanyak. [Tempo] ![]()
September 22, 2007
Sorry, no comments yet.