Semalem aku merenungi nasibku, kenapa aku harus berada pada posisi ini, aku gak bisa berfikir jernih lagi sudah sesak sekali dadaku, aku bener bener patah semangat, sesak dadaku , nafasku berat, aku mau nangis ….aku mau nangis,…. tapi aku laki laki, malu dong… baladika gitu loh
Tapi dorongan untuk menitikkan airmata lebih besar dari rasa malu ku.. di kos sepi, gak ada yang tau, tetangga pada sepi , gak apa apa aku nangis, lebih baik aku nangis. “Gak apa apa, nangis aja” , ada yang bisikin gitu, hati kecil bilang malu ah… udah gede.. tapi…1…… 2 …… 3….. butiran air mata itu udah gak di bendung lagi. Akhirnya menetes juga. Aku usap tapi terus mengalir, walaupun gak bersuara, cukup dengan desis,tapi cukup membuat haru, dan tangisku semakin menjadi, sesekali lender di hidung keluar , tapi ku cuekin, lama berlangsung , sampai akhirnya reda sendiri,
inilah kali pertama aku nangis sedramatis ini semenjak 4 tahun lalu. walau dengan masalah yang sedikit berbeda. Tapi hampir sama .
Pernah dengar lirik lagu dewa 19 judulnya menangis?
Memang lirik lagu itu bener banget.
“Menangislah…. Bila harus menangis
karena kita semua manusia….
Manusia bisa terluka,
Manusia pasti menangis
Dan manusia pun bias mengambil hikmah”
Jadi pengen nangis lagi, lagi denger lagu itu nih..
September 19, 2007
Sorry, no comments yet.